Seorang anak bertanya kepada Tuhannya, "Ya Allah mengapa bundaku suka menangis?".
Allah menjawab, "Karena ibumu seorang WANITA, Aku ciptakan ia sebagai makhluk yang sangat istimewa.
Aku kuatkan bahunya untuk menjaga putra-putrinya.
Aku lembutkan hatinya untuk memberikan rasa aman.
Aku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
Aku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah.
Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra-putrinya dalam keadaan apapun.
Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi meski disakiti oleh putra-putrinya atau oleh suaminya sekalipun.
Aku beri dia kekuatan untuk mendorong suaminya belajar dari kesalahan.
Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya.
Bundamu adalah makhluk yang sangat kuat. Jika suatu saat kau melihatnya menangis, itu karena Aku beri dia AIR MATA yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membasuh luka batinnya sekaligus untuk memberinya KEKUATAN."
Mengapa Bunda Menangis?
.
Category Share
Letter Love Sister Sumi...
.
Mbak Sum bermaksud mutusin pacarnya Robbi (bule). Akan tetapi dia tidak berani bertemu muka dengan kekasihnya. Mbak Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan English yang pas-pasan. Berikut isi suratnya:
Hi Robbi, together this letter I want to give know u (hay Robbi bersama surat ini saya mau memberitahumu) I Want to cut connection we (saya bermaksud memutuskan hubungan kita) I have think things very cook cook (saya sudah pikirkan masak-masak) I know my love only clap half hand (sya tau hnya brtepuk sblh tangan) Correctly I have see u go with a women entertainment at town with my eyes head alone (sbnrnya sya tlah liat kmu pergi dgn wanita penghibur di kota dgn mata kepala sy sendiri) U always ask sorry back back river (kau slalu meminta maaf berulang2 kali) U eyes drop tears crocodile (matamu mencucurkan air mata buaya) U correct correct a man crocodile land (kau benar2 lelaki buaya darat) So I cut connection and pull body from love triangle this (jadi, sy putuskan hub ini dan menarik diri dr cinta segitiga ini I have been crying night2 until no more eye water thingking about ur body (sy menangis bermalam2 sampai tdk ada lg air mata memikirkan dirimu I don't want to sick my liver for 2 river (sy tdk mau sakit hati utk kedua kalinya) Safe walk robi (slamat jalan robi) Girl friend of ur liver (kekasih hatimu) Sumiati lion on the table (Sumiati singodimejo)
Category Share
Nite's Share....
.
Seorang teman mengirimiku pesan ini melalu Blackberry Messenger malam ini, untuk sekedar direnungkan. Aku mau berbagi inspirasi ini, bukan hanya terbatas pada list BBMku, tapi pada semua yang bisa membaca tulisan ini. Baca baik-baik, dan coba sama-sama kita renungkan....
Di saat aku dengan pikunnya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankanmu.
Bersabarlah mendengarkanku. Jangan memotong ucapanku.
Di masa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.
Di saat aku membutuhkanmu untuk memandikanku. Janganlah menyalahkanku.
Ingatkah di masa kecilmu, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
Di saat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern.
Janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang kau ajukan saat itu.
DI saat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan.
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku, seperti bagaimana di masa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk berjalan.
Di saat aku melupakan topik pembicaraan kita.
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku. Asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku. Aku telah merasa bahagia.
Di saat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah aku, seperti ketika aku menghadapimu belajar bagaimana menapaki kehidupan ini.
Dulu aku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini.
Kini temanilah aku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah aku cinta kasih dan kesabarnmu.
aku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku tertanam kasihku yang tak terhingga padamu
Category Share
Lyrics Of The Day....
.
Malaikat Juga Tahu - Dewi Lestari
Lelahmu, jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali, tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu, ada cinta yang nyata
Setiap hadir setiap hari, tak tega biarkan kau sendiri
Meski sering kali kau malah asyik sendiri
Hampamu, takkan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk di uji, kupercaya diri cintakulah yang sejati
Kau selalu meminta, terus kutemani
Dan kau selalu bercanda, andai wajahku diganti
Melarangku pergi, karena tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat, terkadang malaikat
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu, aku kan jadi juaranya.......
Category Real Me..
Annoying, Yes Or No?
.
Yesterday's Bit Annoying Conversation....:
Someone (Let's say X):
PING!!
Me :
Yohaaaaa....!!
X :
Statusnya kayak lagi fallin' in love neh...
Me :
Begitulah
X :
Siapa gitu?
Me :
Ada deh.....
X :
Yakin, dia pasti gak lebih baik dari aku. Dari sekian banyak yang coba deket kamu, kayaknya cuma aku yang paling qualified!
Me :
Send Picture
X :
Received Picture
Boleh juga, yakin itu orangnya, gak ngada-ngada kan?
Me :
Emang knp?
X :
Kok bisa dapetin yg kayak gitu, pake pelet ya?
Me :
Alhamdulillah, gw masih pny Tuhan!
X :
Kereeeen!! Bisa dapetin yg kyk gt..Penasaran modalnya apa?
Me :
Modalnya cuma hati yg tulus. Gw emang gk ganteng, gk pny body s'sexy Vino Bastian Or Choky Sitohang. Gw jg gk pny mobil mewah n harta berlimpah, tp mslh hati, gw berani di adu dgn sapapun....
X :
Gayaaaaaa.....!!
Annoying? What do you think?
Category Real Me..
Kisah Penjual Kerupuk Mie
.

Pakde dan Bude Gono, begitu kami biasa memanggil mereka. Sepasang suami istri renta penghuni rumah di ujung gang sempit ini. Sebenarnya tak layak disebut rumah, hanya ruangan dari papan berukuran 3 x 4 meter, berpenerangan sebuah bohlam 10 watt, yang disewa seharga dua ratus ribu rupiah perbulan. Sebuah tempat tidur dengan kasur tipis, dan lemari untuk menyimpan baju dan peralatan dapur, itulah furniture yang ada dirumah itu. Kompor, ember, dan alat memasak disimpan dikolong tempat tidur. Untuk keperluan mandi dan hajat, mereka menggunakan MCK umum. Dengan membeli air pam seratus rupiah per ember, mereka bisa mandi, masak air, cuci baju, dan keperluan lainnya untuk mereka berdua. Hanya berdua, sebab Allah tidak mengaruniakan keturunan pada mereka.
Pakde Gono adalah seorang penjual kerupuk mie. Beliau berkeliling dari gang ke gang membawa pikulan yang terdiri dari sepanci sambal kacang dan seplastik besar kerupuk mie. Dengan uang seribu lima ratus, kita bisa menikmati dua buah kerupuk mie dengan sambal sesuka hati. Kalo Pakde Gono berjualan di sekolah-sekolah, maka dia harus menyesuaikan harga dengan kantong anak sekolahan, yaitu lima ratus rupiah untuk sebuah kerupuk. Tapi beliau tidak bisa selalu stand by di sekolah, sebab akan diusir oleh pihak keamanan sekolah, atau oleh pemilik kantin sekolah. Bisa dihitung kira-kira berapa penghasilan beliau. Untuk dapat duit sebesar sepuluh ribu rupiah, Pakde Gono harus menjual kurang lebih 20 kerupuk mie, dan itu bukan hal yang mudah. Berjualan di antara gang-gang sempit, rumah yang berhimpitan, daya beli masyarakatnya sangat rendah dan begitu banyak orang yang berprofesi serupa.
Ba'da Subuh, dibantu sang isteri, Pakde Gono menggelar kerupuk-kerupuknya di lapangan bulu tangkis depan musholla. Kerupuk itu harus dijemur dulu agar bisa mengembang saat digoreng. Sementara sang isteri menyiapkan sambal kacang. Hari-hari belakangan ini, kerut-kerut di wajah Pakde Gono bertambah. Pasalnya, hujan sering mengguyur pada pagi hari. Beliau tidak bisa menjemur kerupuknya. Seperti pagi tadi, ku perhatikan dari pintu rumahku, Pakde membawa kerupuk-kerupuknya ke lapangan. "Mendung, Pakde. Pasti sebentar lagi hujan." Sapaku. "Ndak papa, yang penting kena angin." Sahutnya. Dan benar saja, kurang dari 15 menit kemudian, hujan turun. Bergegas, Pakde dibantu isteri dan bapakku, yang kebetulan sedang ada di lapangan, menyelamatkan kerupuk-kerupuk itu.
Banyak sikap yang sangat aku kagumi dari sepasang suami isteri renta itu. Walaupun pemahaman agama mereka sangat terbatas, namun mereka adalah jamaah tetap mushollah kecil kami. Lima waktu selalu mereka kerjakan di mushollah itu. Yah, mungkin karena tak ada sisa ruangan di dalam rumah yang layak untuk menghadap Ar-Rahman. Selain itu, harga diri mereka sangat luar biasa. Sebagai tetangga dekat, ibuku selalu berusaha mengirimi sedikit makanan atau apapun untuk mereka. Dan wadah makanan tak pernah kembali dalam keadaan kosong. Selalu terisi, apapun yang mereka miliki. Gula, beras, kacang, kerupuk, mie, ubi, singkong, pisang, atau apapun selalu mereka sertakan saat mengembalikan wadah makanan. Sudah ribuan kali ibuku berusaha menolak, tapi saat melihat wajah sedih Bude Gono, maka ibuku tak mampu menampik pemberiannya. "Tolong, jangan ditolak." Lirihnya. Maka, kami pun menerimanya. Selalu begitu.
Masih banyak yang bisa dikisahkan tentang mereka, yang mungkin dianggap biasa-biasa saja, namun bagiku, yang baru belajar menumbuhkan empati terhadap sesama, menjadi luar biasa. Seperti ketika Pakde bercerita pada pagi hari tahun baru, Januari 2008.
Malam menjelang tahun baru, beliau berjualan ke PRJ karena tahu kalau lokasi itu akan sangat ramai. Dan benar, dalam sekejap dagangannya habis. Namun duit tak dapat, karena orang-orang yang sedang dalam euforia itu lupa atau sengaja tak mau bayar. Apalah daya seorang lelaki tua di tengah hiruk pikuk pesta kembang api malam pergantian tahun.
Pakde hanya tersenyum. "Sing sabar dan ikhlas", katanya pada diri sendiri.
Dalam segala keterbatasan mereka, mereka menampilkan aplikasi nyata dari hadist Nabi, "Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah." Dalam segala keterbatasan mereka, tak mau harga diri mereka jatuh dengan hanya menerima tanpa memberi. Dalam segala keterbatasan mereka, ku temukan hidup yang penuh keikhlasan, syukur, sabar dan pantang mengeluh. Dalam segala keterbatasan mereka, begitu banyak pelajaran hidup ku dapat.
(Menembus Batas Logika by Muhammad Arifin Ilham)
Category Share
Renungan Malam
.
Jumat, 14 Agustus 2009
01:21 dini hari
Merenungi beberapa hari terakhir yang aku lalui, sambil merasakan degup jantung yang tak karu-karuan malam ini. Mencoba mengambil hikmah dari apa yang sudah aku lalui beberapa hari ini. Menyadari hidup memang tak selamanya berjalan sesuai rancangan hidup manusia, karena bagaimanapun Tuhanlah yang berhak menentukan semua kejadian dalam hidup umatNya.
Untuk yang kesekian kali, hidupku tak berjalan sesuai dengan pondasi rancangan masa depanku. Cukup melelahkan, karena ini bukanlah yang pertama bagiku. Tapi tak ada yang bisa dilakukan kecuali ikhlas dan menghadapi semua ini.
Tapi kali ini, ada satu pembelajaran yang bisa aku ambil dari permasalahn hidup ini. Aku mulai menyadari, bahwa setiap permasalahan hidup hakikinya adalah milik individu itu sendiri, untuk dihadapi dan diselesaikan sendiri. Tak perlu berharap banyak terhadap bantuan orang lain. Karena itu hanya akan menyakitkan hati jika harapan itu hanyalah harapan kosong.
Aku percaya, meskipun tanpa bantuan orang lain, aku tetap bisa berdiri tegar dengan kedua kakiku sendiri. Amieeeeen.....
Category Real Me..