Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia,menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada TUHAN :
bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah”
TUHAN : “aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu”
bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”
TUHAN : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”
bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”
TUHAN : “malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”
bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya”?
TUHAN : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”
bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi”
TUHAN : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”
saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya
bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?
TUHAN : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”
kenanglah ibu yang menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..
Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..
Kembalilah…mohon maaf…pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..
Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada…
Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…,tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..
Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..
Pulang..dan kembalilah segera…peluklah ibu yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..
Percakapan Tuhan Dengan Bayi Dalam Kandungan....
.
Category Share
Ayah, Kembalikan Tangan Dita...
.
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" ....
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah. "Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang.
Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.
Category Share
Cerita Cinta
.
Suatu hari sepasang kekasih yg saling mencintai itu menikah….
Mereka sangat bahagia….tetapi selang sebulan setelah pernikahan itu kebiasaan buruk dari masing-masing mulai terlihat…
Akhirnya mereka membuat kesepakatan atau komitmen…tepatnya di sebuah ruang keluarga…mereka duduk berhadap-hadapan…dan mulailah percakapan itu…
Percakapan dimulai dari perkataan sang istri…sedangkan sang suami mendengarkan baik-baik…
Istri: “Sayang aku ga mau nantinya kita ribut dan berakhir perceraian sebelum itu terjadi…aku mau kamu menulis kebisaan buruk aku yg ga kamu sukai…dan sebaliknya juga aku, aku akan menulis kebiasaan buruk kamu yg ga aku sukai…gimana sayang?”
Suami: “Oke….aku setuju…”
Mulailah mereka menulis….si istri langsung menulis di kertas…dengan cepat dan seksama…tak berapa lama si istri sudah menulis sepertinya ada 5 atau 7 nomor sedangkan si suami hanya bisa melihat dan belum memulai menulis satu kalimat bahkan satu kata pun tidak…
Istri: “Aku sudah selesai..kamu??”
Suami (dengan tersenyum): “Aku juga sudah selesai…”
Istri: “Kalau gitu kamu yg baca duluan…”
Suami: “Tidak-tidak…kamu duluan yg membaca…”
Istri : “Ok, aku dulu yg membaca…tapi aku harap kamu jangan tersinggung ya sayang…”
(si istri mulai membaca)
“Satu, aku ga suka kamu ngorok atau ngigau di saat kita tidur bersama…”
Mendengar hal itu si suami tidak lagi menatap wajah si istri, pandanganya mulai kemana-mana.
(si istri melanjutkan)
Istri: “Dua, kamu tuh ga bisa rapi…baju kotor entah kamu taruh sembarangan dimana-mana…aku sudah bilang kan baju kotor langsung ditaruh di tempat pakaian kotor…”
Mendengar perkataan si istri yangg ke dua, si suami menundukkan kepala…
Berlanjut si istri membaca yang ketiga hingga nomor enam, si suami terdiam dan menggenangkan air mata…
Si istri melihat: “Sayang kamu ga papa kan??”
Si suami hanya menggelengkan kepala dan tersenyum…
Istri: “Baiklah aku lanjutkan lagi…”
(si istri membaca yg terakhir)
Istri : “Kalau kamu…seperti apa yg kamu tulis di kertas itu…coba bacakan…”
Suami : (menggelengkan kepala…dan memperlihatkan kertas kepada istrinya)
“aku tidak menuliskan apapun..karena bagiku..tak ada satupun keburukan dari sikap kamu, sayang…aku mencintai kamu apa adanya dan cinta yang apa adanya itu tidak menuntut seseorang untuk mengubah kebiasaannya…karena itulah cinta…berbeda dan saling melengkapi…”
Mendengar hal itu si istri menangis dan memeluk suaminya…dan berkata,
Istri: “Maafkan aku…”
Suami: “Sebelum kamu minta maaf…aku sudah memaafkan mu…”
Category Share
Mengapa Ibuku Berbohong?
.

Baru kufahami makna dustamu pada kami.
Ketika di meja tengah ruangan rumah, Bunda sudah siapkan nasi di piring-piring untuk kami, Bunda pindahkan separo takaran milik Bunda pada kami…
Bunda berdusta … “Ini bunda tambahkan untuk mu, makanlah nak…, separo sudah sangat cukup untuk perut Bunda, karena ini hari Bunda tidak begitu lapar”
Ketika ikan dari pancingan, Bunda masakkan untuk kami, tapi Bunda hanya makan yang menempel di di antara durinya sementara daging-dagingnya untuk kami.
Bunda berdusta… “Makanlah nak… Bunda lebih suka bagian duri, lebih enak”
Ketika makan satu telor dadar yang diiris-iris dan di bagi untuk kami, piring Bunda sengaja tidak diisi… “mana telor untuk Bunda?”
Bunda berdusta… “Makanlah dulu nak, nanti Bunda masak lagi”
Bunda …
Baru kufahami makna dustamu pada kami.
Ketika dalam kesulitan, sementara kami harus sekolah…
Malam itu kami terbangun dan melihat Bunda masih sibuk dengan banyak jahitan, sampai larut Bunda masih bekerja agar besok bisa membayar sekolah dan kami tetap sekolah…
Bunda berdusta… “tidurlah lagi nak, ini masih malam dan besok tersenyumlah saat berangkat sekolah. Bunda tidak capek kok, ini hiburan bagi Bunda”
Ketika tubuh Bunda lemah dan terbaring sakit, Bunda tersenyum kepada kami dengan menahan rasa sakit yang teramat sangat, kami tak kuat menahan air mata kami…
Bunda berdusta… “ jangan menangis nak, coba lihat senyum Bunda, nggak ada apa-apa kan “
Bunda…
Baru kufahami makna dustamu pada kami
Begitu ingat dalam benak kami…
Ketika kami menginjak dewasa, betapa Bunda ingin memeluk kami, membisikkan petuah-petuah kepada kami, mendekap dan melantunkan doa-doa untuk kami, tapi kami malah lari dan mengunci kamar-kamar kami rapat-rapat, dan teriak… “kami sudah tidak kecil lagi”
Ketika kami harus segera membangun keluarga, betapa Bunda ingin mengajarkan bagaimana menjadi suami istri, mengajak diskusi bagaimana keluarga seharusnya berdiri. Tapi kami berargumen… “Ini hak kami, tolong Bunda jangan campuri”
Ketika Bunda mengajari bagaimana merawat bayi… tapi kata kami “Maaf Bunda ini jaman sudah berubah, tidak seperti dulu lagi”
Ketika Bunda memendam rindu ingin bertemu kami, tapi jawab kami “Maaf Bunda kami sibuk dengan urusan pekerjaan dan keluarga kami…. Datanglah lain kali”
Sampai… ketika usia Bunda sudah lanjut dan perlu perawatan kami… kami begitu tega mengatakan “Janganlah tinggal di rumah kami, nanti akan pengaruh negative untuk anak-anak kami”
Bunda…
Baru kufahami makna dustamu pada kami.
Setelah Bunda harus menghadapi Sang Pencipta
RABBIGHFIRLI WALIWALIDAYYA WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SHOGHIRO
Ya Alloh ampunilah mereka… cintailah, kasihilah, sayangilah mereka sebagaimana mereka teramat sayang dan cinta kepada kami. Ampunilah segala dosa kami yang senantiasa durhaka kepada kedua orang tua kami…
Category Share
Pabrik Mayat Di Rusia
.
Kalau di china ada yang dipaksa menikah dengan mayat, di Rusia lain lagi ceritanya gan. Disini di negara atheis ini ada pabrik yang kerjanya jualan organ mayat. Pabrik ini menampung mayat untuk dimanfaatkan. Bagian-bagian tubuh yang bisa dijual diambilin, seperti kornea, mata,ginjal dan lain-lain yang laku dijual. penjualannya pun tak terbatas hanya di dalam negeri saja, tetapi juga sampai keluar negeri, Expor impor.
Serem ya, coba liat mayat-mayat bergelimpangan dimana-mana seperti tak ada harganya. Padahal manusia walaupun sudah jadi mayat harus tetap diperlakukan dengan lazim, harus dikubur baik-baik. Karena manusia bukan hewan, manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia. Tapi di Rusia memang banyak orang gak percaya ama tuhan gan (kalaupun percaya pasti mengingkari)jadinya ya.. mereka menganggap apapun bisa dilakukan, sampai mayat pun dijadikan komoditas bisnis.
Apa orang-orang yang bekerja gak ngeri dan serem ya kerja disana, apalagi pasti baunya itu loh..., keliatannya orang yang kerja disana gak pake masker atau apapun yang mencegah bau menusuk. Mungkin hidungnya udah kebal, sekebal hatinya yang udah keras, gak bisa membedakan mana yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan.




Category Share
Cerita Tentang Ibu...
.
Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku benci dia ... dia begitu memalukan. Ibuku mengelola sebuah toko kecil di pasar loak. Dia menjual apapun untuk menghasilkan uang yang kami butuhkan dan dia begitu memalukan. Ada satu hari selama sekolah dasar. Aku ingat suatu hari ketika aku masih SD, dan ibu saya datang. Aku sangat malu. Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari keluar. Keesokan harinya di sekolah ... "Ibumu hanya memiliki satu mata?!" dan mereka mengejek saya.
Aku berharap ibuku segera lenyap dari dunia ini jadi aku berkata kepada ibuku, "Bu, kenapa tidak kamu memiliki mata yang lain! kamu? Kau hanya akan membuat saya bahan tertawaan. Mengapa kamu tidak hanya mati ? " Ibuku tidak menjawab. Saya kira saya merasa sedikit buruk, tapi pada saat yang sama, rasanya baik untuk berpikir bahwa aku harus mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini.
Mungkin karena ibuku tidak pernah menghukumku, tapi aku tidak berpikir bahwa aku telah menyakiti perasaannya dengan sangat buruk.
Malam itu ... aku terbangun, dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis disana, begitu tenang, seolah-olah dia takut bahwa ia mungkin membangunkanku. Saya melihat ke arahnya, dan kemudian pergi meninggalkannya. Aku benci ibuku yang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku benci ibuku bermata satu dan kemiskinan ini
Lalu aku belajar keras. Aku tinggalkan ibuku dan keluar utk belajar, dan mendapat diterima di Universitas terkemuka dengan semua kepercayaan diri saya. Kemudian, aku menikah. Aku membeli rumah sendiri. Lalu aku punya anak, juga. Sekarang aku hidup bahagia sebagai orang sukses. Aku suka di sini karena tempat ini tidak mengingatkan saya pada ibu saya.
kebahagiaan ini semakin besar dan besar, ketika seseorang tak terduga datang menemui saya "Apa?! Siapa ini ?!"... Ini adalah ibuku ... Masih dengan satu matanya. Rasanya seolah-olah langit runtuh pada saya. gadis kecil saya lari, takut pada mata ibuku.
Dan aku bertanya, "Siapakah kamu apa yg kamu lakukan? Tidak tahu kau!" seakan-akan aku berusaha untuk membuat nyata. Aku berteriak padanya "Betapa beraninya kamu datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak saya keluar dari sekarang!" Dan untuk ini, ibuku hanya menjawab, "oh, aku minta maaf saya mungkin telah mendapatkan alamat yang salah,." Dan ia menghilang. Terima kasih tuhan ... dia tidak mengenali saya. Saya cukup lega. Saya berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang hal ini selama sisa hidup saya.
Kemudian gelombang lega datang kepadaku ... suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah datang ke rumah saya. Aku berbohong kepada istri saya mengatakan bahwa saya akan melakukan perjalanan bisnis. Usai reuni, aku pergi ke gubuk tua, yang saya gunakan untuk menelepon rumah ... hanya karena ingin tahu sana, aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku tidak meneteskan air mata. Dia memiliki secarik kertas di tangannya .... itu adalah surat kepada saya.
Dia menulis ...
My Son,
Saya pikir hidup saya sudah cukup lama sekarang. Dan ... Saya tidak akan mengunjungi kota mu lagi ... tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang datang mengunjungiku sekali-sekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika aku mendengar kamu datang untuk reuni. Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah .... Aku minta maaf bila aku hanya memiliki satu mata, dan aku telah sangat memalukan bagi kamu.
Tahukah kamu, ketika kamu kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kamu kehilangan mata kamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya satu mata ... jadi aku memberimu mataku ... Aku sangat bangga dengan anakku yang telah dapat melihat sebuah dunia baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah marah pada kamu untuk apa pun yang kamu lakukan. Ini beberapa kali bahwa kamu marah dengan saya. Saya berpikir, 'itu karena dia mencintai saya. " Aku rindu saat-saat kamu masih kecil di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. kamu berarti dunia bagiku.
Aku terdiam dan meneteskan air mata dan aku..............
Category Share
Lucu-lucuan Aja....
.
Seorang gadis muda yang cantik (Citra) nampak depresi berat ketika berada di ruang tunggu psikolog (Dr. Joko). Ketika giliran dia konsultasi, dia mulai bercerita:
Citra : "Pacar saya memang keparat.... gue benci dia!"
Dr. Joko : "Memangnya apa yang dia lakukan padamu?"
Citra : "dia menggandeng tangan saya."
Dr. Joko : "seperti ini? "
Kemudian Dr. Joko meraih tangan si gadis dan menggandengnya dgn penuh kehangatan.
Citra : "Betul, seperti itu."
Dr. Joko : "Sayang, itu artinya pacarmu perhatian sama kamu."
Citra : "Tetapi dia juga berani peluk-peluk saya!"
Dr. Joko : "Seperti ini?"
Dr. Joko memeluk Citra dari belakang dengan mesra.
Citra : "Betul seperti itu."
Dr. Joko : "Itu tandanya dia sayang sama kamu."
Citra : "Tetapi dia berani cium bibir saya!"
Dr. Joko : "Seperti ini?"
Dr. Joko memberikan ciuman panas kepada Citra.
Citra : "Betul........ tetapi dia tetap saja seorang keparat! seorang bajingan! sebab dia berani meraba-raba dada saya Dok!"
Dr. Joko : "Seperti ini?"
Dr. Joko meraba-raba dada Citra.
Citra : "Benar! Itu bukti dia keparat kan??? Dia juga bahkan berani mengajak saya bercinta tanpa pengaman dan berani "keluar" di dalam saya!"
Dr. Joko : "Begini?"
Dr. "Joko pun mengajak Citra bercinta di ruang prakteknya, dengan penuh nafsu dan gairah dan berulang-ulang, dan seperti gambaran Citra, tanpa pengaman dan "keluar" di dalam."
Citra : "..... benar..... mirip seperti itu..... dia benar-benar bajingan.... keparat sejati...."
Citra pun menangis.....
Dr. Joko : "Sayang.... itu tanda bahwa kamu punya daya tarik sexual yang tinggi, sehingga dia tidak dapat menahan diri untuk mengajakmu bercinta, lihatlah sisi positifnya, dia berarti sangat mencintaimu, sex juga bagian dari cinta."
Citra : "Yang terakhir Dok...., setelah bercinta, pacar saya mengatakan bahwa dia mengidap AIDS"
Dr. Joko : "Apaa?????????? Bajingan!!!! Keparattt!!! Pacarmu benar-benar keparat!!!!!!!!!! Bangs*t!!!!!!! Bangs***tttt!!!!!!!!!!!!!!!"
Category Share