Gak muluk-muluk kalau aku bilang, Ibuku adalah Malaikatku. Karena kenyataannya seperti itu. Dari mulai aku lahir, sampai usia 28 tahun ini, tak ada penyelamat sejati dalam hidupku kecuali Ibuku......
Dari beliau aku belajar banyak hal tentang hidup ini, tentang bagaimana kita harus memandang dan menyikapi hidup ini. Dari beliau aku belajar artinya perjuangan untuk hidup. Dari beliau aku belajar yang namanya cinta tanpa syarat atau unconditional love!
Beliau mengajarkanku bagaimana mencintai sesama, menghargai saudara, menghormati semua bahkan yang dipandang sebelah mata sekalipun oleh yang lain. Dimata Ibuku, semua orang harus disayang, meskipun yang telah sangat menyakiti hidup kita sekalipun........
Aku cinta Ibuku....
Aku sayang Ibuku....
Ibuku adalah hidupku....
Ibuku adalah Malaikatku....
Aku lakukan semuanya untuk membahagiakan hidupku, dan merasa beruntung karena Ibu memilih aku anak terakhirnya sebagai tempat bersandar, berlindung, beristirahat, hingga masa tuanya nanti. Semoga Allah, memberkahi semua jalanku, karena semua yang aku lakukan, hanya untuk IBU........Amien!
Ibuku, Malaikatku!
.
Category Real Me..
1 X 24 Jam, Jangan Hubungi Aku!
.
Kisah sepasang kekasih yang saling mencinta. Pasangan ini sudah bertahun-tahun lamanya menjalin hubungan percintaan. Saling menjaga cinta, saling mengisi kekurangan dengan kelebihan masing-masing. Sudah tak ada lagi cela dalam kasih dan cinta mereka.
Hingga suatu hari, sang wanita meminta suatu hal pada kekasihnya.
"Sayangku, boleh aku mengajukan satu permintaan padamu?"
"Apa itu sayang?", ujar kekasihnya.
"Aku ingin mulai besok kamu jangan menghubungi aku. Aku ingin tahu apakah kamu sanggup untuk tidak bertemu dan menghubungiku selama satu hari? Jika kau bisa melalui itu, maka aku akan semakin mencintaimu dan akan mencintaimu hingga ku mati".
Pria itu pun mengiyakan keinginan kekasihnya. Keesokan harinya, selama satu hari penuh dia tak menemui dan menghubungi kekasihnya. Hingga lewat waktu 24 jam, pria itupun langsung mengunjungi kekasihnya dirumahnya.
Tapi betapa terkejutnya dia, karena yang dia temukan hanya jasad kaku sang kekasih yang sudah tak bernyawa. 24 jam terakhir adalah waktu hidup kekasihnya yang terakhir karena digerogoti kanker.
Surat terakhir yang ditulisnya berisi seperti ini :
"Kekasihku, kamu sungguh luar biasa. Kamu sanggup melewati 24 jam tanpa bertemu dan menghubungiku. Maka esok, lusa, dan seterusnya kamu pasti bisa melewati hari tanpa perlu bertemu dan menghubungiku lagi. Sebagai imbalannya, aku sudah memenuhi janjiku untuk mencintaimu hingga ku mati.....".
Category Just A Story
Manusia Yang Telah Menyelamatkan Dua Juta Bayi Dengan Darahnya
.

James Harrison (74 tahun), seorang pria Australia yang mempunyai jenis darah yang sangat langka telah menyumbangkan darahnya selama 56 tahun dan telah menyelamatkan nyawa lebih dari dua juta bayi.
James memiliki antibodi dalam plasma darah yang dapat menghentikan kematian bayi akibat penyakit Rhesus (suatu bentuk anemia yang parah). Dia telah memungkinkan banyak ibu-ibu untuk melahirkan bayi yang sehat, termasuk putrinya sendiri, Tracey, yang memiliki anak sehat berkat darah ayahnya.
Harrison telah memberikan darah setiap beberapa minggu sejak ia berusia 18 tahun dan kini telah mencapai hingga 984 total sumbangan. Ketika ia mulai menyumbangkan darahnya, hidupnya dianggap begitu istimewa hingga telah diasuransikan untuk satu juta dolar Australia.
Dia berkata: "Aku tidak pernah berpikir tentang berhenti. Tidak akan pernah." Dia membuat janji untuk menjadi seorang donor pada saat berusia 14 tahun setelah menjalani operasi pembedahan besar di mana ia membutuhkan 13 liter darah.
"Aku berada di rumah sakit selama tiga bulan," katanya. "Darah yang saya terima dari orang lain telah menyelamatkan hidup saya, jadi saya membuat janji untuk memberikan darah kepada orang lain ketika aku berusia 18 tahun."
Tepat setelah dia mulai menyumbangkan darah, ternyata ditemukan bahwa darahnya sangat langka dan terdapat antibodi dalam darahnya. Pada waktu itu, ribuan bayi di Australia sedang sekarat setiap tahunnya dari penyakit Rhesus. Bayi yang baru lahir lainnya menderita kerusakan otak permanen karena kondisi penyakit tersebut.
Penyakit tersebut menciptakan ketidakcocokan antara darah ibu dan darah bayi yang belum lahir. Kondisi ini akibat dari yang satu memiliki darah Rh-positif dan Rh-negatif lainnya.
Setelah jenis darah Harrison ditemukan, ia menawarkan diri untuk menjalani serangkaian tes untuk membantu mengembangkan vaksin anti-D. "Mereka mengasuransikan saya untuk satu juta dolar jadi aku tahu istri saya Barbara akan diurus dan saya tidak khawatir" katanya.
"Aku tidak takut, saya senang untuk membantu, saya harus menandatangani setiap form dan pada dasarnya itu adalah form tanda kehidupan." Diperkirakan ia telah membantu menyelamatkan 2,2 juta bayi sejauh ini.
Category Share
Sekolah Gratis, Sekolah Kartini
.
Sekolah petak di tengah perkampungan kumuh di bawah jembatan layang adalah cita- cita dari kembar bersaudara, Sri Rosiati (Rosi) dan Sri Irianingsih (Rian). Sekolah ini berdiri pada tahun 1997, sekolah pertama yang mereka dirikan terletak di kolong jembatan, Rawa Bebek, Jakarta Utara. Semua sekolah petak tripleks itu dibangun dalam lingkungan komunitasnya, tidak terpisah dari perkampungan utama.
Bangunan sekolahan itu tampak sederhana sekali, pembatas antara kelas yang satu dengan yang lainnya hanya menggunakan tripleks dari kayu. Ruangan seluas 40 meter persegi itu terlihat sesak dengan sekitar 80 anak yang belajar di tiap lantai. Sekolah yang didirikan ibu kembar dinamai “Sekolah Darurat Kartini”. lbu kembar tidak pernah menamai sekolah ini sebagai yayasan ataupun sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Kartini” sekarang sudah mempunyai lima “cabang”, yaitu di bawah kolong jembatan Rawa Bebek, bawah jembatan Ancol, bawah jembatan Pluit, bawah jembatan Tambora, dan di pinggir rel kereta api Kampung Janis. Tidak tanggung-tanggung, perempuan kembar kelahiran Semarang, 4 Februari 1950 ini tak hanya menyelenggarakan layanan pendidikan gratis, tapi juga menyediakan perangkat sekolah dari buku sampai pakaian seragam.
Semua sekolah petak tripleks itu dibangun dalam lingkungan komunitasnya, tidak terpisah dari perkampungan utama. Jumlah murid Sekolah Darurat Kartini kini mencapai hingga 2000 murid, dari taman kanak kanak, hingga SMU. Mereka juga membuka kelas kursus keterampilan, ada kursus menjahit, merangkai kerajinan tangan serta memasak. Bahkan rencana selanjutnya ibu kembar ini akan membangun poliklinik gratis untuk masyarakat.




Aksi sosial Rosi dan Rian pantas diacungi jempol. Maklum, ibu kembar ini kerap menyambangi lima sekolah darurat miliknya. Bahkan, mereka pun turut mengajar. Hebatnya lagi, untuk membiayai kegiatan sekolah darurat itu, ibu kembar ini tak canggung-canggung untuk merogoh kocek pribadinya. Bagi Rosi dan Rian, mengajar anak-anak ini bukanlah tantangan, namun bagi mereka tantangan yang paling mendasar tentunya bagaimana mengubah kebiasaan anak-anak di suatu wilayah yang sangat miskin pengetahuan tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Bagi ibu kembar ini, tidak ada yang lebih berarti bagi mereka selain mewariskan harta yang cukup untuk bekal mereka hidup selamat di dunia dan akhirat. Mereka percaya, tidak ada yang berkurang sedikipun dari harta yang dibelanjakan untuk jalan kebaikan. Bahkan, yang Maha Kuasa berjanji untuk menambahkan terus menerus. Kini, mereka tengah berupaya keras agar sekolah Kartini tetap berjalan untuk anak-anak miskin dan terlantar. Mereka tetap anak-anak bangsa ini, jadi jangan biarkan mereka terus menerus bodoh dan miskin
Nah, melihat hal ini saya jadi bertanya dalam hati, kemanakah kepekaan dan tanggung jawab pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Sedangkan biaya sekolah di negeri ini semakin mahal dan semakin bersifat komersil.
Category Real Me..
Cinta Ibu Dalam Sebuah Lonceng
.

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang . Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan:
'Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.'
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk
diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu. Dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan, 'Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya.'
Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anaknya harus menjalani hukuman.. Dengan hati hancur, ibu itu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena
kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.
Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong menyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantika n akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.
Tahukah apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng.
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan, menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng, memeluk bandul dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.
Category Share
Satpol PP, Membantu Atau Membantai?
.
Sudah banyak pro dan kontra tentang keberadaan Satpol PP untuk membantu pengamanan. Tapi pada kenyataannya lebih banyak tindak kekerasan yang kita lihat pada setiap aksi Satpol PP itu sendiri. Ada beberapa foto dari aksi Satpol PP yang mau coba di share, dan silahkan anda nilai sendiri tentang keberadaan Satpol PP itu...






Category Share
www.nagoyaplazashop.com Is A Cyber Crime
.
I'm a shoppaholic, gila banget kalo udah urusan belanja, termasuk belanja online. Meskipun banyak orang yang gak beruntung dalam Online Shopping, tapi saya termasuk yang belum pernah bermasalah, selalu lancar dalam setiap transaksi. Tapi, kena sial juga akhirnya dan menjadi korban Cyber Crime!
Kejadian baru terjadi, awalnya dari iseng-iseng browsing Camera DSLR saya menemukan website www.nagoyaplazashop.com dan melihat banyak produk elektronik, termasuk kamera yang saya inginkan, dengan harga yang murah.
Terbiasa belanja online, saya langsung menghubungi nomor Hotline yang tertera, 082112132777. Transaksi terjadi, kamera yang saya inginkan Ready Stock. Saya langsung mentransfer sejumlah uang ke Rekening BRI 3223-0100-1102-505 an. Heri Suherman.
Setelah transfer, komunikasi terjadi by phone, dikatakan bahwa barang akan segera dipacking dan dikirim. Gak lama berselang, mereka mengabarkan jika barang sudah ada di Jasa Pengiriman barang dan siap kirim. Tapi mereka meminta saya kembali mentransfer uang sebesar 1,7 juta rupiah dengan alasan saya pembeli non-member, dan biaya tersebut untuk deposit member awal yang nantinya akan dikembalikan utuh setelah barang saya terima. Langsung kecurigaan saya muncul, kenapa saya harus memberikan uang deposit sebagai jaminan, sedangkan saya sudah mentrasfer uang pembelian kamera dan ongkos kirim. Seharusnya penjaminan datang dari pihak mereka, untuk menjamin dan meyakinkan pembeli bahwa barang yang dibeli pasti sampai ke tangan pembeli. Mulai curiga, saya menolak permintaan itu, dan saya minta transaksi dibatalkan dan uang saya dikembalikan, tapi mereka minta waktu untuk membicarakan pada pihak perusahaan terlebih dahulu.
Kekhawatiran makin muncul setelah saya tidak berhasil menghubungi mereka sore sampai malam. Saya baru bisa menghubungi esok hari. Telpon pertama saya diangkat dengan baik dan mereka bilang status barang sudah dikirim dan saya akan mendapatkan nomor resi pengiriman beberapa saat lagi. Tapi setelah beberapa saat saya hubungi, yang mengangkat kembali menekan bahwa status barang hanya akan dikirim jika saya sudah mengirim deposit sebesar 1,7 juta. Saya langsung tolak dan membatalkan transaksi. Mereka bilang, transaksi bisa dibatalkan, tapi uang yang saya terima hanya akan sebesar 25% dari total order saya, what the FUCK!!!!
Yakin bahwa saya sudah menjadi korban Cyber Crime, saya langsung mengirim email laporan Cyber Crime ke cyber-crime@polri.go.id tapi masih belum ada respon hingga kini. Kemudian saya langsung melapor ke Polres Cilegon tentang kejadian ini. Setelah memakan waktu 1 jam proses pelaporan itu, pihak kepolisian justru malah semakin membuat saya give up akan kasus ini. Mereka bilang, saya korban yang kesekian kalinya yang melapor. Bahkan sudah ada korban yang jauh lebih besar dirugikan secara nominal, tapi pihak kepolisian juga kebingungan harus kemana mengusut kasus-kasus Cyber Crime ini.
Miris dan mengkhawatirkan, saya jadi semakin tahu bahwa disaat tekhnologi sudah semakin maju, kriminalitas dunia maya semakin menggila, aparat penegak hukum Indonesia malah masih sangat primitif tertinggal mengenai penanganan Cyber Crime ini.
Bukan hanya itu, pihak Bank pun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali membantu melaporkan bahwa nomor rekening yang saya laporkan tersebut bermasalah. Meskipun data bisa diberikan oleh pihak Bank dalam pelaporan itu, tapi tak akan banyak membantu karena validitas data yang ada di Bank juga tidak bisa dipertanggungjawabkan keasliannya.
Mencoba tracking melalui operator selular yang dipergunakan untuk line Hotline, merekapun tak bisa memberikan data valid, karena nomor itu tak terregister, dan karena itu juga nomor itu tak bisa ditrack keberadaannya dimana. Heran, tak terregister, tapi bisa digunakan??
Perlindungan konsumen dinegara ini masih sangat lemah juga ternyata. Bank hanya berpikir uang masuk, meskipun data pembukaan rekening tidak valid. Penjual jasa komunikasi selular juga hanya memikirkan penjualan Starter Pack, tanpa berpikir bagaimana meningkatkan pengamanan dengan registrasi pemakaian yang valid. Inilah Indonesia....
Nothing that I can do, kecuali membagi pengalaman ini, supaya bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Bahwa website besar dengan jumlah viewers lebih dari 5.000 orangpun bisa melakukan kejahatan seperti ini.
Belajar ikhlas, berharap semoga uang saya dan korban-korban yang lain bisa menjadi berkah bagi mereka dan anak cucu mereka kelak. Semoga Tuhan akan terus melancarkan rejeki mereka. Pelajaran yang sangat berharga bagi saya, and start from now, I will say NO TO ONLINE SHOP!!!
Category Real Me..